Puisi - Untukmu


for you
Bulan, mereka bilang kau sendiri.

Tapi nyatanya kau ditemani berjuta-juta bintang disana.

Matahari, mereka pula mengatakan kau sendiri saat menerangi bumi!

Padahal sesungguhnya kau ditemani oleh gumpalan-gumpalan awan putih diangkasa.

Lalu aku? Ya aku memang sendiri, lantas kau mau apa?

Kau mau berbangga ria karena pernah ikut andil dalam suka ataupun lara?

Nyatanya kau hanya datang saat sedang suka.

Saat aku berduka, kau malah pergi bersamanya dan meninggalkan luka.

Aku bukan sungai yang bisa kau datangi kapan saja saat kau dahaga.

Bukan pula sebuah boneka yang dapat kau mainkan seenaknya.

Aku ini juga manusia.

Sama seperti kau dan dia.

Lantas mengapa kau masih saja memperlakukanku dengan semena-mena?

Jangan merasa bangga karena kau satu-satunya yang kucinta.

Walaupun jujur kukata rasa ini masih ada.

Tapi biarlah, itu hanya akan menjadi hiasan hidup belaka.

sebagai pelajaran, bahwa cinta itu buta.

Sehingga aku tak lagi bisa membedakan mana yang dusta mana yang nyata.

Terima kasih cinta, yang pernah mengisi direlung dada.

-untukmu yg tak pernah tau bahwa aku pun terluka-
2 April 2016

#SetiapHariMenulis #OnedayOnePost #Bayar utang

Comments