CERBUNG - Nayla Story Bagian 2 (Night On Bataclan)

Tanganku meraba kain lembut yang ada ditasku saat aku sedang merogoh tas untuk mengambil handphone.

Aku keluarkan benda itu dari tasku. Lupa sudah niatku tadi merogoh tas untuk apa. Kuamati kain lebar berwarna hitam berbentuk segi empat itu. 

***

"Mba Nay ini ada hadiah kecil dariku. Itung-itung oleh-oleh" ujar Nur, mahasiswi baru dari solo. Ia mendapatkan beasiswa juga sama sepertiku dulu, sponsormya pun sama. 

Kami berkenalan sudah agak lama setahun sebelum ia kesini kami sering bertukar kabar. Karena memang sudah tugas senior memberikan informasi sebanyaknya untuk junior.

"Apa ini??" Tanyaku sambil membuka paperbag polos berwarna coklat yang ia sodorkan.

"Buka saja mbak" jawabnya, membuatku semakin penasaran. Segera kubuka hati-hati paperbag pembungkusnya. Ku keluarkan benda di dalamnya. 

"Tapi aku kan nggak pakai ini Nur" 

"Simpan saja mbak, siapa tahu nanti kepengen" jawabnya dengan senyuman manisnya.

****

Kumasukkan kembali benda itu ke dalam tasku. Diujung gedung sana kulihat Joel sudah melambai-lambaikan tangannya kearahku. Aku selalu bisa mengenalinya. Rambut bergelombang yang selalu rapih menjadi salah satu ciri khasnya, dan jas casual yang tak pernah  lepas dari tubuhnya membuat ia selalu terlihat keren.

Aku melambaikan tanganku seraya tersenyum dan berjalan cepat menghampirinya yang sudah menunggu di depan gedung Bataclan lengkap dengan alat tempurnya sekaligus kekasih nomer satunya yang selalu ia bawa kemana saja, yaitu kamera.

#OneDayOnePost

Comments

Post a Comment