Tiada kata



Tiada kata yang sempat untuk di ucap guna, mengawali.
Hanya doa-doa sumbang, yang sering diucapkan.
Berdebu, menutupi segala keindahan yang lalu.
Berkarat, meleburkan yang tadinya mengkilat.

Tiada kata yang sempat untuk di ucap guna, menyudahi.
Hanya bisikan,  serupa pertengkaran semut di pohon tumbang.
Bergeming, diterpa angin.
Berakhir, di makan takdir.

Tangerang, 25 Agustus 2017

Comments

Post a Comment