Aku Meriang



Aku Meriang,
Namun teman-temanku mengatakan.
Bahwa aku tengah MERIndukan kAsih sayaNG
Ingin

menyanggah, namun hati kecil mengaminkan.

Namun sebenarnya aku meriang dalam arti yang sesungguhnya.


Tengok saja kemari.
Kaos kaki panjang sejak tadi menutupi.
Celana dan kaos panjang sejak kemarin belum ku ganti.


Jemariku beku.
Bibirku bergemeretak menahan rindu.


Coba saja tengok.
Aku ingin bersidekap dan meminta pelukmu.
Menghilangkan bongkahan cinta yang membatu.


Coba tengok, 
Aku kini hanya memeluk guling-guling bau.
Berharap masih menyisakan bekas keringat atau parfummu.

Tapi aku lupa, bahwa hidungku kelu.
Ia sudah pensiun untuk membaui sejak tiga hari yang lalu.



Tangerang, 17 Oktober 2017

Pics dari pinterest

Comments

Post a Comment