Surat Untuk Guruku

بسم الله الر حمن الر حيم

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Untuk Semua Guru-guru tercintaku.
Kepercayaan apakah yang lebih besar dari kepercayaan Orang tua kami kepada Engkau untuk mendidik akal kami. Engkau Menbangun dan menbentuk akal-akal kami sesukamu. Kemuliaan apakah untuk engkau sehingga mendapat warisan ini? Karena sesungguhnya mereka tidak mewariskan dinar atau dirham, mereka hanya mewariskan ilmu, maka barang siapa mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.

Engkau menghadapi banyak rintangan dan halangan, tapi itu yidak membengkokkan kemauan dan tekad Engkau untuk mengemban risalah agung dan warisan yang besar ini, yaitu kecilnya penghargaan untuk para guru dan minimnya kewibawaan mereka saat ini secara khusus; sebagai ujian yang Allah takdirkan untukmu.


Tidakkah Engkau tahu bahwa sesungguhnya Allah , malaikat-malaikatNya, bahkan semut dilubangnya bersholawat untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia. Semua merasa iri kepadamu dalam hal ini, tapi mereka tidak mengatakannya.


Kebahagiaan yang Engkau petik adalah dimana satu generasi dari anak-anak didikmu, berdiri diatas kesuksesan yang mereka raih yang tidak lain hanya karenamu, berkat ilmu-ilmu yang Engkau berikan kepada kami dengan penuh ketulusan dan kesabaran. Sungguh begitu banyaknya pekerjaan yang lebih mulia ialah menjadi seorang guru sepertimu, berjuta-juta sudah pegawai selainmu pensiun, tetapi mereka tidak mendapatkan sebagaimana yang Engkau dapatkan, sagalanya berakhir kecuali Engkau, karena Engkau akan selalu tersimpan dalam memori kami. 

Guru-guru ku yang dimuliakan Allah, Ingatlah bahwa didepan Engkau saat ini, merekalah yang kelak akan menjadi penerus generasi yang akan memperbaiki dunia yang telah rusak, maka apapun risalah yang akan Engkau sampaikan sampaikan kepada kami, memiliki pengaruh yang sangat berarti untuk kami. Jangan Engkau pedulikan pandangan masyarakat atas kedudukan Engkau yang jauh berbeda daru sebelumnya. Karena Engkau sedang berjual-beli dengan Allah ta’ala dan barang siapa berjual-beli dengan Allah, maka ia beruntung dan berbahagia. Karena ia percaya balasan yang akan disegerakan dari Allah, bukan dari makhlukNya. Engkau memperoleh balasan dari Dia yang maha kaya. Maha memiliki dan maha mulia bukan dari si A ataupun dari si B.

Maka teruslah Engkau berjalan, semoga Allah memberikan taufiknya kepada Engkau semua, dan sesungguhnya seekor rusa jika menoleh ia akan tertangkap oleh pemburu. Hendaklah tetap dalam keadaan engkau Sampai pada penantian untuk kedalam barisan dengan segenap kerinduan dan harapan.








(Sebenarnya ini bukan tulisan gue, ini tulisan keren banget waktu gue SMA. jadi gue copas kesini sebagai postingan pertama gue)

Comments