Sadar Gak Sadar Part IV - Kemerdekaan Indonesia???


Waww Nggak kerasa udah tujuh puluh tahun perjalanan kemerdekaan Negara kita Indonesia. Hari ini benar-benar dirayakan oleh seluruh warga Negara Indonesia dimana-pun mereka berada. Nggak terkecuali mereka yang lagi diluar negeri sana pastinya sekarang mereka juga ikut merayakan di KBRI masing-masing. Indah banget ya kayaknya ngliat anak-anak pada antusias sama tujuh belas Agustus itu sendiri.


Dulu tempat ini dijadikan tempat eksekusi sekarang jadi ajang tempat selfie
Yupp Lebih berat pakk :'(
Tapi entah kenapa ya disatu sisi saya merasa miris sendiri, entah ini dirasakan oleh sebagian orang Indonesia terutama pemuda-nya. Atau memang hanya perasaan saya saja hehehe…

Saya merasa peringatan hari kemerdekaan Indonesia ini terasa hampa, kayaknya meaningless-lah sama aja kayak perayaan ulang tahun biasa. Hanya pertambahan usia, tapi secara kematangan mentalnya itu nggak ada. Mungkin karena saya sendiri itu salah satu generasi muda yang sudah merasakan kebebasan itu sejak lahir. Merdeka sejak dalam rahim, nggak sempat merasakan bagaimana rasanya dulu dijajah oleh Penjajah.

Bukannya nggak bersyukur lahir dalam keadaan Negara yang sudah merdeka, saya hanya merasa rasa nasionalisme dalam diri saya itu mengikis setiap harinya. Jadi kayaknya rasa menghargai kemerdekaan itu yahhh just like that. So easy-lah, toh sekarang udah merdeka dari penjajah. Mau kita isi apalagi buat ngrayain kemerdekaan. Jadi saat ini buat seneng-seneng aja ya kan??


Padahal dulu para proklamator,pejuang dan para pahlawan Indonesia ini bekerja keras mempertaruhkan nyawa, menuangkan setiap keringat dan pikirannya untuk merebut hak kemerdekaan yang semestinya di dapat sebagai suatu bangsa.
Setiap harinya dibayangi oleh senapan dan para tentara kolonial/penjajah yang siap menumbangkan mereka kapan saja. Tapi mereka tak gentar sedikitpun. Cita-cita memerdekan bangsa Indonesia sangat besar, demi anak cucunya kelak. Betapa mulia mereka yang dulu memperjuangkan tanah air ini. Mereka tidak egois memikirkan diri mereka sendiri.

 Coba bayangkan jika mereka egois, mereka membiarkan naak cucu mereka ikut merasakan bagaimana rasanya terlahir menjadi peranakan yang dikungkung oleh penjajah. Yang haknya dicabut di tanah air sendiri coba bayangin Guys kalo dulu pendahulu kita kayak senior kita saat di MOS mau jadi apah Negara ini?? So stop Bullying in MOS). Tapi mereka tak seperti itu. mereka menginginkan anak cucu mereka bebas. Menginginkan anak-cucu m,ereka kelak menikmati udara kemerdekaan, kebebasan tanpa arasa takut sedikitpun.
Masih bangga pake barang branded??
Bebas melakukan apapun diatas tanah air mereka sendiri. Mereka berjuang tanpa pamrih. Cukup mereka bisa melihat Anak-cucu mereka kelak berlari-larian ceria di bumi Indonesia ini tanpa secuilpun merasa gelisah dan takut.
Tapi kini kita seperti domba yang kehilangan gembala, hilang arah tak tau petunjuk. Terlalu senang berbahagia diatas tanah tumpah darah ini. Sehingga lupa dahulunya udara kebebasan itu bukan runtuh begitu saja dari langit, tapi udara bebas ini dahulu perlu diperjuangkan dengan darah.

Perlu dipertahankan dengan setiap peluh.
 Generasi kini telah lupa akan perjuangan itu. berharap ada sesuatu yang menyadarkan mereka bagaimana tanah air ini dulu kala diperjuangkan. Berharap agar mereka sadar bahwa perjuangan itu belum berakhir. Kini kami harus berjuang melawan penjajah dari dalam yang menggerogoti kita dari dalam.  Menggerogoti tanah air ini dengan rakus untuk kepentingan pribadi.

Comments