KANTONG CELANA



Ayo coba periksa kantong celana-mu
"Dik maneh boga duit keneh?1" tanya udin teman satu kos-nya. Kebetulan mereka bekerja ditempat yang sama. Dan mereka sama-sama anak rantau. Udin kampungnya dibogor sedangkan Diki dikuningan. Sama-sama orang sunda, jadilah mereka menjadi sahabat yang akrab.


"Ente euy din, iyeoge tinggal dua rebu dei2"

"Jeh, loba aing keneh atuh!3" ujar udin bangga. Sambil tersenyum jail.


"Sabaraha nyah?4" Diki penasaran.


"Lima Rebu5" jawab Udin terkekeh.


"Kehed siyaa6" pekik Diki sambil mencoba menjitak kepal udin, tapi Udin tak kalah gesit untuk menghindar dari serangan Diki.


"Atuh kumaha puasa dei meren??7"  Ujar Udin dari depan pintu  dengn nafas tersengal karena habis berlari menghindari serangan Diki tadi.


"Teing pisan din, ngges biasa oge puasa mun tanggal sakiye"8jawab Diki lagi sambil menyalakan rokok terakhirnya. Udin hanya nyengir mendengar itu. Memang tanggal-tanggal tua seperti ini mereka sudah terbiasa untuk menahan lapar, ya beginilah nasib orang yang merantau di kampung orang. Dulu awal-awalnya memang sangat sulit bagi mereka berdua. Karenadulu sebelum merantau, mau makan tingggal makan didapur walaupun lauknya hanyaikan asin dan sambal.


Tapi kini mereka sudah harus terbiasa makan sehari sekali, demi menghemat agar uang yang dikirim kekampung cukup besar.

***********


"Dik, yeuh cucian maneh ngges kering, angkatan yehh urang rek ngajemur9" teriak udin dari jemuran depan. Diki melirik jam dinding usang yang bergerak lambat, sudah jam satu siang rupanya.

Perutnya sudah berdemo sejak tadi pagi, tapi ia tidak menghiraukanya karena uangnya tinggal dua ribu, mau dibelikan apa dua ribu, beli mi instan tapi ia tak punya kompor untuk memasaknya. Jadi ia biarkan dirinya tidur dalam keadaan lapar. Tapi ternyata perutnya tidak mau berkompromi dengannya.


"Brug" tiba-tiba Udin menjatuhkn pakaian-pakaian diki yang sejak kemarin dijemur keats wajah Diki yang masih bengong karena blm sadar sepenuhnya.

"Titadi digeroan oge10" dengus Udin kesal.

"Ehhh"guman Diki lemas. Tangannya dengan malas melipat pakaian-pakaian yang tadi dilempar Udin.
Udin disampingnya tidur-tiduran sambil memainkan handphone-nya. Tiba-tiba saja diki mendapati sesuatu dikantong celana panjangnya, sepertikertas pikirnya, saat menyentuh benda itu. Dengan penasaran ia mengambil kertas yang sudah kering kerontang disaku celananya. Betapa terkejut sekaligus senang bukanmain begitu yang keluar dari kantongnya ternyata uang Lima puluh ribuan berwarna biru.

"Din-din!" Panggil Diki sambil menepuk kaki udin.

"Nao... " Udin tak melanjutkan kalimatnya, begitu melihat diki mengibas-kibaskan uang berwarna biru itu dengan bangga.

"Dik! Teu jadi puasa ayena!!11" Teriak Udin girang. Lalu mereka berjoget riang dan segera kewarteg depan untuk membeli makanan. Rezeki anak soleh pikir Diki Lalu berucap Alhamdulillah dalam hati. Bersyukur pada Allah yang maha pemberi rizki.



.

Catatan:


1. Dik kamu masih punya uang nggak?
2. Nggak, Din, ini aja tinggal dua ribu
3. jiahh, masih banyakan saya dong!
4. emangnya berapa?
5. Lima Ribu
6. Sialan lu
7. Jadi gimana, puasa lagi dong ?
8. Bodo Amatlah, lagian udah biasa juga kali puasa kalo tanggal segini mah
9.  Dik, ini cucian kamu udah kering, angkatin coba.  Saya pengen jemurin juga nih
10. Dari tadi dipanggil-panggil juga
11. Dik, Nggak Jadi puasa nih sekarang



#ODOP #OneDayOnePost #HariKeLimaBelas

Comments