Hidayah







                              Ada satu kalimat yang pernah diungkapkan salah satu teman akhwat saya, dia mengutip perkataan imam syafi’i yang berbunyi  “Andai hidayah itu seperti buah yang bisa ku beli, maka akan ku beli berkeranjang-keranjang untuk aku bagi-bagikan kepada orang-orang yang aku cintai.” Entah kenapa sejak itu pula kalimat itu selalu terngiang-ngiang diotak saya.

                                Oke sebelum mencari tahu tentang apa itu hidayah ada baiknya kita tilik sebentar apa itu arti kata hidayah tersebut. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia hidayah artinya adalah petunjuk atau bimbingan dari Tuhan, hidayah juga bisa berarti hadiah. Maka jelaslah hidayah adalah sesuatu yang langka di dunia ini. Dan hidayah pula adalah sebab utama keselamatan dan kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat. Sehingga barangsiapa yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala untuk meraihnya, maka sungguh dia telah meraih keberuntungan yang besar dan tidak akan ada seorangpun yang mampu mencelakakannya.

Allah Ta’ala berfirman:
{مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِي وَمَنْ يُضْلِلْ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ}
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat)” (QS al-A’raaf:178).
Dalam ayat lain, Dia Ta’ala juga berfirman:
{مَن يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ وَلِيًّا مُرْشِدًا}
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya” (QS al-Kahf:17).


                     Kembali ke perkataan dahsyat imam syafi’i lagi, berarti memang benar adanya perkataan imam syafi’i tentang hidayah itu. Kita tidak bisa memaksakan akan datangnya hidayah itu. Termasuk pada orang-orang yang kita cintai. Karena Hidayah adalah sesuatu yang diberikan langsung oleh Allah pada hambanya.  Dalam hadits Qudsi yang shahih, Allah Ta’ala berfirman: “Wahai hamba-hamba-Ku, kalian semua tersesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk kepada-Ku niscaya Aku akan berikan petunjuk kepada kalian” HSR Muslim (no. 2577).

Tahukah teman-teman sekalian surat Al--fatihah, yang sering kita baca setiap rokaatnya saat melakukan shalat adalah salah satu doa kita pada Allah SWt untuk memohon hidayah.

{اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ}
Artinya “Berikanlah kepada kami hidayah ke jalan yang lurus”.
Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa’di berkata: “Doa (dalam ayat ini) termasuk doa yang paling menyeluruh dan bermanfaat bagi manusia, oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk berdoa kepada-Nya dengan doa ini di setiap rakaat dalam shalatnya, karena kebutuhannya yang sangat besar terhadap hal tersebut”

                         Maha Besar Allah yang telah begitu sempurnanya memberikan tuntunan menuju kejalan-Nya. Hidayah dari Allah bisa bermacam-macam bentuknya ada yang berupa petunjuk atas maslah yang tengah dihadapinya, Hidayah menjadi pribadi yang lebih baik termasuk Hidayah untuk menjadi Muallaf. Subhanallah betapa beruntungnya kami semua. Adapun macam-macam hidayah dapat diagi menjadi empat macam yaitu :

A. Hidayah I’tiqodiyah (Petunjuk Terkait Keyakinan Hidup)
Allah berfirman, yang artinya:

“Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk (keyakinan hidup), maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong”. (Q.S. An-Nahl : 37)

dan Allah juga berfirman, yang artinya:

“Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Firaun yang menyembunyikan imannya berkata: 
“Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: “Tuhan Penciptaku ialah Allah, padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhan Penciptamu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan (tetapi) jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu”. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk (hidayah) kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta (penolak kebenaran yang datang dari-Nya)”. (Q.S. Al-Mu’min: 28)

B. Hidayah Thoriqiyah (Petunjuk Terkait Jalan Hidup, yakni Islam yang didasari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul Saw) seperti firman Allah, yang artinya:

“Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syariat tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syariat) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus (Islam)”. (Q.S. Al-Hajj: 67)

atau seperti firman Allah, yang artinya:

“Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk (Islam/ Al-Qur’an) kepada mereka dari Tuhan mereka”. (Q.S. Annajm: 23)

C. Hidayah ‘Amaliyah (Petunjuk Terkait Aktivitas Hidup) seperti firman Allah, yang artinya:

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S. Al-Ankabut: 69)

D. Hidayah Fithriyah(Fitrah).

Hidayah Fithriyah ini terkait dengan kecenderungan alami yang Allah tanamkan dalam diri manusia untuk meyakini Tuhan Pencipta, mentauhidkan-Nya dan melakukan hal-hal yang bermanfaat untuk diri mereka. Realisasinya tergantung atas pilihan dan keinginan mereka sendiri. Sumbernya adalah Qalb (hati nurani) dan akal fikiran yang masih bersih (fithriyah) sebagaimana yang dialami oleh Nabi Ibrahim. Allah menjelaskan dalam firmannya:

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat”. (Q.S. Al-An’am: 77)

Kesimpulan:
Tanpa Hidayah mustahil kita bisa selamat di dunia dan akhirat. Semoga Allah membantu dan menolong kita dalam memahami betapa mahalnya nilai Hidayah dan mensyukuri Hidayah yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Dan semoga Allah berkenan menghimpunkan kita di syurga Firdaus yang paling tinggi bersama Rasul Saw, para shiddiqin, syuhada’, dan shalihin sebagaimana Allah himpunkan kita di tempat yang mulia. Allahumma amin

Notes: lain waktu saya akan menceritakan pengalaman sahabat-sahabat saya yang menjadi Muallaf Barakallah Fii Umrik. Semoga kita selalu mendapatkan hidayah dan petunjuk dari Allah SWT Amin ya rabbal Alamin.

Sumber : https://onlinehidayah.wordpress.com/2011/10/12/pengertian-dan-macam-macam-hidayah-secara-umum/

https://muslim.or.id/19135-sebab-datang-dan-hilangnya-hidayah-allah.html

 

#FEBRUARIMEMBARA, #HariKetujuhbelas, #ODOP,

 


Comments