Mereka sebut aku pujangga.

Entah kenapa kayaknya wajah ini feel banget sama ini puisi hoho


Mereka sebut aku pujangga.
Pujangga yang dapat merangkai untaian kata.

Mereka sebut aku pujangga yang jatuh cinta.
Saat aku menuliskan berbait-bait tentang keagungan rasa yang kalian sebut itu cinta.

Mereka sebut aku pujangga yang terluka.
Saat kata-kata itu terasa menyayat raga.

Aku hanyalah manusia biasa.
Yang tertawa saat bahagia
Dan tetap tersenyum saat terluka

Mencari makna hidup yang terkadang didera oleh derita.
Berkejaran dengan waktu untuk menggapai asa.
Sama halnya dengan manusia lainnya.
Atau malah lebih bodoh dari manusia lainnya.

Yang mempertaruhkan segalanya atas nama cinta.
Sehingga terasa gelap mata saat ia datang begitu saja.
Melayang akan buaian-nya.
Lalu terjatuh berjuta-juta kali dan merasakan sakit yang sama.
Namun entah dungu atau apa disebutnya.

Aku pikir aku telah gila.
Karena berkali-kali aku jatuh cinta.
Lalu menghasilkan luka yang sama.

Tidak, tidak sama.
Malah lebih menyakitkan rasanya.

Aku rasa aku akan mengerti segalanya, karena ini telah berulang kali kurasa.

Tetapi semakin aku masuk kedalamnya, yang kurasa hanya L U K A.

#SetiapHariMenulis #OneDayOnePost

15 Maret 2016
Diruang hati yang tengah dirundung duka dan luka (halah lebay kali)

Comments

Post a Comment