Catatan Kecil - Modus Penipuan



Menanggapi postingan Bang Syaiha yang hampir saja kena tipu dengan modus "temen minjem uang" yang pasti masih temennya "Mama Minta pulsa" juga. Memang banyak sekali penipuan yang bergentayangan di sekitar kita.

Saya-pun pernah bahkan sering kali mendapat SMS maupun telfon dari penipuan tersebut. Untuk yang SMS seringnya dari Provider seperti Tel******, jelas-jelas saya nggak punya nomer Tel****** kok masih di SMS juga. 

Dan pinternya lagi, mereka mencantumkan website pengumuman pemenang undian itu di website yang ternyata adalah Blog. Mana bisa blogger seperti saya tertipu yang semacam itu. Masa iyya operator sebesar telkomsel pakainya blogger yang gratis pula. Mungkin bagi orang awam akan langsung percaya, makannya coba di perhatikan lebih seksama lagi web-nya masih pakai blogger(Wordpress) atau nggak? Cara lihatnya juga gampang kok tinggal liat di bagian atas atau bawahnya apa ada tulisan blogger macam gambar dibawah ini.


Lalu terakhir baru beberapa bulan yang lalu. Ada nomer tak di kenal masuk, katanya dari Operator X*, nah kalau ini betul saya pakai yang ini. Katanya saya mendapatkan hadiah langsung sebesar sebelas juta. Alhamdulillah banget kan gak perlu ngapa-ngapain dapet uang segitu banyaknya.

Itu logo blogger di pojok kiri warna orange.
Tapi dari awal saya sudah tahu itu penipuan, kenapa? Ya mana ada sih sang pemilik Provider nelpon pakai nomer pribadi? Harusnya kan nomer customer service-nya.

Pokoknya dia ngomong panjang lebar akhirnya saya di suruh ke ATM buat cek saldo secepatnya. Namun syaratnya di ATM uangnya harus ada dua juta minimal. Lah apa hubungannya?? Ngasih-ngasih aja keles. Akhirnya ya saya ulur-ulur aja waktu biar lama dia nelponnya alasannya, pertama biar bibirnya dower dan ke dua biar pulsanya abis hahaha (ketawa jahat).

Powered by Blooger selalu ada di bagian paling bawah web
Ada sekitar tiga puluh menit dia nelpon, lumayankan dia buang-buang pulsanya. 

Kalau yang tinggal di Ibu kota jakarta mungkin banyak menemukan penipuan lainnya. Antara lainnya ketemu orang yang katanya kehabisan ongkos di jalan. Lalu dia menyodorkan jam tangannya yang mau digadaikan. Katanya sih harga jamnya sampai jutaan. Pake nunjukkin kwitansinya segala lagi. Ada juga modus yg sama tapi katanya gak bawa dompet tapi bawa mobil pribadi, katanya bensinnya habis banget jadilah dia mau nggadein jam-nya. Jangan percaya, itu sebenarnya jam boleh beli di senen harga sepuluh ribuan.

Selanjutnya, ada abang-abang yang tiba-tiba nyamperin sambil bawa T-Shirt branded katanya itu barang lebih dari tokonya. Jadi mau dia jual, di jual murah 100ribu dapet empat. Kalo yang ke giur pasti beli, kapan lagi kan yah dapet barang branded harga miring?? Emang waktu dia nunjukkin barangnya yang bagus punya. Eh taunya pas dikasih ke kita ternyata itu barang reject/gagal produksi wkwkwk gimana nggak keki coba??

Lalu yang terakhir but not least(Karena saya tahu masih banyak modus lainnya). Saat kita berkunjung ke monas pasti selalu ada aksi debus yang ujung-ujungnya mengajak ke musrikan. Dia menjual cincin yang katanya bisa membuat kaya, enteng jodoh dll. Ada yang percaya?? Banyak!!! 

Maka dari itulah kita harus banyak berhati-hati pada orang asing di sekitar kita. Jangan sampai tergiur oleh sesuatu yang belum tentu kepastiannya. Dan baru-baru nih ada kasus penggandaan uang yang sedang tranding topik banget di berita. Jangan percaya deh kalau ada orang yang bilang bisa gandaain uang, kalau bisa patut di curigai jangan-jangan itu uang palsu. 

karena yang berhak mengeluarkan atau mencetak uang itu hanya Bank Indonesia, selain itu pasti palsu. Jadi kita harus berhati-hati dan jangan ikut berpikir instan, mie instan aja harus di masak dulu baru bisa dimakan(kecuali yang makannya di gadoin ya) apalagi yang namanya uang.



Comments

  1. Wah bang, luar biasa.... Riset dimana segitu banyak penjabaran tentang penipuan..

    Ngeriii oiyy...

    ReplyDelete
  2. Aku sering dapet loh.. kalau diakumulasikan aku bisa kaya raya..😂😂😂

    ReplyDelete
  3. hahahaha...bang ian kereeen bisa menjabarkannya

    ReplyDelete
  4. hahahaha...bang ian kereeen bisa menjabarkannya

    ReplyDelete
  5. Keren nih tulisan. Harus ekstra hati-hati, nih. Makasii, kak...

    ReplyDelete
  6. Harus lebih hati-hati. Karena penipu selalu leBih pintar dari yang ketipu.

    ReplyDelete

Post a Comment