7 tahun berlalu

Kau tak bisa melawan derasnya hujan yang bertubi-tubi jatuh menghinggapi bumi.

Seperti diriku yang tak bisa lepas dari jeratan masa lalu yang kian menyiksa hati.

Satu langkah yang kuambil untuk melupakanmu. Justru membuat tiga langkah langsung menuju dirimu.

Kau lebih dari sekedar hantu, hantu saja akan pergi begitu dirapali ayat-ayat suci.

Sedangkan engkau, sebanyak apapun aku merapalkan doa agar mampu melupakanmu. Malah membuatku mengingat jutaan doa yang terselip namamu.

Mungkin saja kau telah lama melupakan wajahku. Berselang hampir tujuh tahun tak bertemu, aku merasa iba dan malu masih belum bisa menghilangkan mu dalam benakku.

Walaupun aku telah berhenti menyelipkan namamu disela doaku. Tapi terkadang aku ingin merengkuhmu dan menggantikan ia yang telah bersanding denganmu.

Comments

Post a Comment