Karena Ku Sanggup



Jemariku kaku tatkala menghadapi tuts-tuss keyboard dihadapanku kini.
Ingin menuliskan sesuatu yang ada dikepalaku, namun hati tak mau untuk memulainya.
Sehingga membuat otakku mau tak mau menuruti hati yang tengah dirundung lara.

Entah rasanya pagi ini aku hanya ingin menangis.
Menangis atas ketidakberdayaanku.
Kelemahanku tatkala dihujam oleh kata-kata yang membuat benteng pertahanku rapuh.
Aku tak mampu.
Aku tak bisa.

Rasanya tak mampu lagi untuk melanjutkannya.
Meneruskannya.

Hujan kemarilah, datang padaku.
Biarkan aku berdiri dibawahmu.
Biarkan air mata ini menyaru dalam tirai bayu milikmu.
Datanglah kepangkuanku, biar kututupi kelemahanku dalam derasmu.

Aihhhh...
Peduli setan tentang mereka.
Biarkan mereka berkata apa.
Aku memang berbeda.
Tak seperti mereka.
Bukankah kita hidup tidak bisa untuk meyenangkan semua orang?


Comments

  1. Bener... Lagian mana bisa menyenangkan semua orang. Itu sesuatu yang mustahil... Jadi, asal yang kita lakukan adalah hal baik, maka lanjutkan saja.

    Ada yang senang, juga ada yang tidak, itu alamiah saja.

    Bang Syaiha

    ReplyDelete
  2. Gada abisnya emg ikutin kata org mah ka~

    Picnya baguss *galpok dehπŸ™ˆπŸ˜‚

    ReplyDelete
  3. Mantap kali.
    Rasanya jadi mendung-mendung gimanaaaa gitu :)

    ReplyDelete

Post a Comment