Ku Ingin

Inginku menjadi sajak-sajak singkat yang kau baca disetiap pagi bersama kopi hitam yang kau tenggak.

Lalu menelusuri setiap jengkal ingatan dalam kepalamu. Berharap ada ruang penyimpanan khusus untukku disitu.

Aku ingin menjadi cermin besar yang menyatu di daun pintu lemarimu. Agar engkau bisa meluangkan waktu untuk menengokku.

Menjadi benda mati yang selalu didekatmu rasanya lebih baik dari pada menjadi makhluk hidup yang tak kau anggap ada.

Atau biarkan aku menjadi hantu, sehingga kau akan selalu mengingatku disetiap jalanan gelap yang kau lewati. Walau akan membuatmu bergidik, dan mempercepat langkahmu. Tapi tetap saja bayang-bayang hantu tetap menggerayangi pikiranmu.


Ciledug, 5 Juni 2017

Comments

Post a Comment