Movie Review : Midnight In Paris (2011)


Siapa yang nggak akan jatuh cinta dengan kota Paris? Kota penuh cinta dan kota yang sangat artistik. Bahkan saat hujanpun kota paris menjadi kota yang sangat menyenangkan untuk dipndangi melalui tirai-tirai hujan. Sekali lagi gue temui si Rachel McAdams bermain di film yang bertemakan time traveler. Kayaknya dia emang fall in love sama film yang temanya time machine ya. Kayak yang satu ini. Diceritakan Gin(Owen Wilson) dan Inez(Rachel McAdams) adalah sepasang tunangan yang sedang berlibur ke Paris. Mereka jalan-jalan kesana sekaligus untuk membeli furniture classic angharganya selangit untuk dirumah mereka setelah pernikahan. Namun liburannya tak menyenangkan karena mereka bersama calon mertuanya yang materialistis yang selalu mengompori Inez untuk membatalkan pernikahan mereka. Ditambah lagi mereka bertemu sahabat lama Inez, Paul (Michael Sheen) yang sok tahu menurut Gil namun bagi Inez ia sangat mengagumkan. Apalagi Paul dulu adalah laki-laki yang sempat Inez taksir sehingga ketidak sukaaannya semakin bertambah.

Malam itu, sepulang dari acara cicip Wine, Paul dan Carol mengajak Inez dan Gil untuk berdansa. Dengan alasan mencari udara segar, Gil menolak tawaran tersebut. Akhirnya Gil memilih pulang sendiri jalan kaki sementara yang lain akan pergi berdansa. Di tengah perjalanannya pulang, Gil tersesat dan tidak tahu arah menuju hotel tempat ia menginap. Di pinggiran jalan, ia duduk termenung dan kemudian jam besar di atasnya berbunyi yang menandakan pukul 12 malam. Tiba-tiba, datanglah mobil Peugeot kuno menghampirinya dan mengajaknya untuk ikut berpesta. 

Tanpa menaruh curiga sama sekali Gil ikut masuk ke dalam mobil kuno tersebut yang membawanya ke masa lampau yaitu ditahun 1920-an dan orang-orang di dalam mobil itu adalah Cole Porter (Yves Heck), Josephine Baker (Sonia Rolland), Zelda (Alison Pill) dan F. Scott Fitzgerald (Tom Hiddleston) yang lalu memperkenalkannya pada Ernest Hemingway (Corey Stoll) dan Gertrude Stein (Kathy Bates). Dan selanjutnya Gil setiap jam dua belas malam berkeliaran ke masa lampau bertemu penulis-penulis terkenal dan hebat. Itu sebuah keajaiban menurut Gil lalu ia menceritakan pertemuannya itu kepada Inez, namun ia  tidak percaya apa yang dikatakan Gil dan menganggapnya gila. 

Overall ini film keren dari segi bagaimana keindahan Paris yang ditonjolkan dan percakapan-percakapan tokoh yang keren ditambah lagi komedi-komedi ala Woody Allen dan kocaknya akting Owen Wilson. Dan membuat gue membayangkan masa mana ya kira-kira yang mau gue tinggali kalau dikasih kesempatan seperti itu? Tentu aja pas masa zaman nabi Muhammad. Penegn deh ketemu beliau.

Owh iya satu dialog yang paling gue suka adalah dilaognya Hemingway dia mengucap seperti ini.
I believe that love that is true and real creates a respite from death. All cowardice has come from not loving or not loving well, which is the same thing. And when the man who is brave and true looks death squarely in the face like some rhino hunters I know… or Belmonte… who’s truly brave. It is because they love with sufficient passion, to push death out of their minds. Until it returns as it does to all men. And then you must make really good love again. Think about it. 
Kerenkan, happy watching everyone.

Comments