Ada apa seminggu ini?



Skripsi sudah selesai, namun perjuangan Mahasiswa Tingkat Akhir ternyata belum berakhir setelah sidang skripsi yang berjalan dengan cepat dan menguras otak. Seperti di curhatan gue sebelumnya, gue dapet ruangan yang dosen pengujinya super duper killer. Tanpa ba-bi-bu gue langsung di tanyain "Jujur aja deh, itu aplikasi kamu yang buat sendiri atau di buatin?" gue jawablah dengan jujur kalau program gue buat sendiri, karena emang lgue buat sendiri dengan kodingan yang sederhana dan liat tutor dimana-mana (google).

Bumm, langsung deh dosen penguji ngotak-ngatik kodingan gue dan gue suruh benerin kodingan yang dia acak-acak dalam waktu 15 detik. Dalam waktu sesingkat dan tekanan sebelumnya yang dibantai abis-abisan sama mereka, jelas gue KO gak berkutik.

Anyway gue gak pengen cerita lagi tentang the worst things in my life hahaha, nyeri hate pokokna mah kalau inget kejadian tersebut. Seminggu terakhir gue sibuk ngerjain revisian sekaligus minta ttd dosen penguji yang notabennya bukan dosen di kampus gue, jadilah kemarin pas hari kamis gue seharian dateng ke tiga dosen di tempat yang berbeda agar gue bisa mengakhiri siksaan MTA. Yang pertama gue ke daerah Halim, tepatnya ke Universitas Suryadharma di hadang hujan dan sempet kena dikit ujan-ujanan. Setelah itu kita berangkat lagi ke daerah  condet raya jakarta timur untuk ketemu dosen kedua. Lagi-lagi kita di hadang hujan lebat yang membuat kita harus neduh di masjid satu jam lebih. Next is the last one yaitu ke kampus pusat STIKOM CKI yang ada di kawasan Buaran-Kalimalang untuk tanda tangan kaprodinya. Sampai di rumahpun gue jam 9 malam. Berangkat jam 9 pagi pulang jam 9 malam benar-benar pengalaman yang melelahkan 😢😢😢.

Udah gitu, ada berkas yg di tolak karena formatnya salah pula. Ya Allah rasanya pengen nangis, kok kayaknya susah banget ya nyelesaiin skripsi things ini. 😖

Setelah hari yang melelahkan itu, dua hari kemudian gue tepar. Dari pagi emang udah ngrasa nggak fit, tapi gue paksain buat kerja. Sampai di rumah kepala gue pusing banget, badan gue menggigil. Jadilah seharian dari kemarin gue tepar cuma bisa boboan, malam ini pun gue masih menggigil. Gue tidur harus pakai jaket, celana panjang, selimut dan kaos kaki buat menghalau dingin yang menggigit.

Alhamdulillah Allah masih sayang dengan ngasih gue sakit ini. Dia pengertian banget, sampai nyuruh gue buat istirahat. "Istirahat dulu ya yan" begitu kiranya kata Allah. Mungkin kalau nggak dikasih sakit sama Allah gue akan keluyuran kemana-mana hari ini hahaha.

Apapun yang terjadi sama kita, selalu ada maksud yang baik dari diri-Nya. Yang perlu kita setting di pikiran kita adalah selalu berperasangka baik dan bersyukur. 😀😊

Comments

  1. Waaahh perjuangan banget...berdarah-darah...semangat terus...

    ReplyDelete
  2. Wow, harap sabar ini ujian hihi.

    Semangatt~

    ReplyDelete
  3. Orang selalu bilang "Kuat. Ini cuman dunia."

    Yyhh tapi kook beneran beberapa part di hidup kita harus berdarah2 yaah??

    ReplyDelete
  4. Setuju sama kalimat penutupnya, selalu berprasangka baik dan syukur...
    Semangat terus...

    ReplyDelete
  5. sabar, sabar ya mas. perjuangan tidak berhenti di skripsi.
    jadi keingat masa lagi skripsi juga. sedih dan penuh perjuangan

    ReplyDelete
  6. Semangat, Kang. Malam semakin pekat, tanda fajar segera menyingsing. ✊

    ReplyDelete

Post a Comment