Book Review : Matahari (Tere Liye)



 Hasil gambar untuk tere liye matahari

Judul Buku          : Matahari
Penulis                 : Tere Liye
Halaman              : 390 Halaman
Penerbit               : Gramedia Pustaka


Here we go again!!! Oke hari ini gue masih akan review tentang buku-bukunya bang Tere Liye. Karena apa?? Anggaran beli buku untuk sementara waktu di hapuskan buat bayar wisudaan dan minggu lalu itu dapat kiriman E-book Tere Liye banyak banget jadi harus dibaca semua. Maafkan aku ya bang, bukan aku yang ngbajak. Mungkin satu-satunya cara membalas e-book dirimu adalah mereviewnya di blog ini hehehe.

Langsung aja ya Buku ketiganya ini yang berjudul Matahari masih mengisahkan tentang tiga sekawan yang habis bertaruh hidup dan mati di klan matahari sehingga membuat ILY anak Ilo meninggal ini tentu saja menyisakan luka dan duka. Mereka coba hidup normal lagi, semuanya normal kecuali Ali yang tiba-tiba menjadi idola satu sekolah karena bakatnya menjadi seorang pemain basket.

Raib yang terlihat kesal melihat Ali jadi idola itu penasaran, benda apa yang di buat Ali sehingga membuat dirinya jadi jago basket dalam sekejap mata. Tapi hasilnya nihil, tidak ada tanda-tanda bahwa Ali menggunakan alat untuk bermain basket. Malah ia sering melihat Ali berlatih sangat keras untuk bosa bermain basket. Hingga suatu hari, pertandingan besar antara sekolag Raib dan sekolah lain bertanding basket. Ali adalah salah satu tim-nya dan yang paling berbakat disana. Bahkan berkat Ali pulalah sekolahnya mampu sampai babak final seperti saat ini. Tim lawan benar-benar tangguh dan kuat secara fisik, tubuh mereka tinggi-tinggi. Tapi Ali tak peduli, ia tetap bisa melawan mereka bila saja mereka tidak curang. Terus mengincar Ali agar jatuh dan emosi, gawatnya Ali kalau emosi akan berubah menjadi gorila raksasa itulah yang di cemaskan Raib sejak permainan di mulai. 

Wajah Ali terlihat memerah saat salah satu pemain sengaja mendorong Ali dari belakang. Sudah jelas sekali Ali akan mengamuk dan tentu bisa gawat kalau semua orang tau siapa sebenarnya Ali. Dengan cekatan Raib membuat gelap seluruh stadion dengan kekuatannya dan menghilang untuk membawa Ali ke tempat aman. Tapi tak disangka ada sesuatu yang membawa Ali lebih cepat dari dirinya. Terjadilah kejar-kejaran antara Raib-Seli dengan pesawat aneh yang membawa Ali. Dengan sekuat tenaga mereka mengejar Ali yang di culik, anehnya pesawat itu mengarah ke rumah Ali sendiri. Kejutan, ternyata Ali sendirilah yang menculik dirinya sendiri dengan pesawat ciptaannya yang mirip seperti di pakai di klan bulan dan matahari. 

Pesawat itu ia beri nama ILY sebagai penghormatan terhadap Ily sahabat mereka yang meninggal saat melawan pemimpin klan matahari. Ali-pun mengajak Raib dan Seli untuk mengunjungi klan bulanyang ternyata bersembunyi di kerak bumi. Ali tahu rahasia itu setelah membaca buku-buku dari Av yang di berikannya sebagai hadiah. Maka mulailah mereka berpetualang ke dunia paralel klan matahari yang sangat jauh dan berbahaya, mereka harus berhadapan ular dan kelelawar raksasa. Belum lagi pasukan Klan Bintang yang sangat agresif dan kuat mereka harus mati-matian untuk kembali ke klan permukaan(bumi-bulan-matahari). Ternyata selama ini klan bulan sedang merancang misi yang sangat berbahaya bagi kelangsungan tiga klan permukaan. 

Di buku ketiganya ini lebih menegangkan dari yang kedua menurut gue, entah kenapa. Gue jadi penasaran sama buku ke mepatnya yang bintang. Berhasilkan tiga sekawan ini melindungi dunia paralel permukaan yang terancam musnah?? Let we read.  

Comments

  1. Ada beberapa yg typo mas septian. Tapi tetap keren lah. Setidaknya rasa penasaran sama novel yg blm smpat kebeli bisa terobati lewat tulisannya.

    ReplyDelete
  2. Waah mashaAllah,.. kebeneran nih Mas, Sy boleh dibagiin e-booknya nga Mas Sept...

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Bumi, Bulan, Matahari.... apa aja yg ada Mas Sept. Makasih sblmnya

      Oia kirim di wa nga pp atau emal Aku jg gpp di ekasalsabila95@gmail.com yah

      Delete

Post a Comment