Tentang Aku yang (Pendek)



Here we go again. Sebenarnya aku bingung, apa yang harus di tuliskan tentang aku? Aku hanya seorang manusia kerdil. Dalam artian sebenarnya, aku benar-benar pendek, tinggiku tidak sampai 160cm. Maka sudah pasti aku menjadi incaran akun-akun penjual produk peninggi badan. Yang setiap aku posting, mereka tidak lupa untuk berkomentar “Mau meninggikan badan secara cepat, sehat dan alamai hanya dalam hitungan minggu?” atau yang lebih parah, “Depresi, karena kurang tinggi badan!” Ya Allah, kenapa mereka bisa tahu gitu aku kurang tinggi?? Padahal kan pas pendaftaran Instagram, aku nggak pernah isi kolom tinggi badan berapa. Dan memang nggak ada! Apa mereka bisa mendeteksi orang-orang pendek macam aku ini, sehingga mereka tepat sasaran dalam memasarkan produknya.

But, at least. I’m so proud to be a little man. Why? Karena orang-orang pendek itu banyak yang berprestasi dari Raditya Dika sampai Napoleon Bonaparte sang penemu benua Amerika itu. Dan orang pendek itu adalah jenis manusia modern dan kekinian. Menurut penelitian yang gue lakukan semakin lama, perkembangan tubuh manusia itu semakin kecil. Lihat aja jaman nabi Adam, mereka besar-besar. Makannya kita nggak perlu heran dengan bangunan-bangunan yang besar dan tinggi peninggalan bersejarah. Ya karena memang orang jaman dulu besar dan tinggi. Perbandingannya bisa berkali- bahkan rausan kali lipat dari ukuran manusia normal saat ini. menurut artikel yang pernah kubaca, karena kebanyakan manusia saat ini terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang diawetkan, maka dari itu hormon pertumbuhannya jadi ikut terawetkan kali ya.

Silahkan bandingkan, tapi jangan dibandingkan dengan senyumanku ya.

Hasil gambar untuk kupluk
Nah, mirip heri setel lah aku kalau pakai kupluk
Ciri khas aku lainnya yaitu suka pakai kupluk, kemana-mana aku sangat nyaman menggunakan penutup kepala yang satu ini. Selain karena aku suka bahan rajutan yang hangat sat digunakan. Kupluk itu yang paling nyaman di kepala, kalau topi biasa kan agak ribet ya, ada yang mancung gitu didepannya untuk menghalau panas. Bahkan topi jaman sekarang lebih lebar dan pipih yang menyerupai nampan sajen dari pada topi. Hal lainnya yang membuat aku suka pakai kupluk adalah, aku paling males pakai minyak rambut. Lengket dan wasting my time untuk menata rambut, itu bukan gue banget. Ada sekitar enam buah yang aku punya dengan warna berbeda tapi kebanyakan sih warna hitam karena cocok untuk semua pakaian, namun semua itu tinggal kenangan. Mereka berpencar dimana-mana. Ada yang dipinjem teman tapi nggak dibalikin, ketinggalan di rumah orang sampai hilang dan hilang ini sih rata-rata karena  lupa bawa lagi saat melepas itu hijab ehh kupluk maksudnya. Jadi saat ini all my kupluk is gone. I have no one! Penyakit lupa ini emang udah parah banget. Mungkin ini kepala kalau bisa di copot juga bisa aja tertinggal. Oke i will end this note, see you soon gaes! Jangan lupa subscribe dan kirim komentar kalian di bawah ini hahaha.



Comments

Post a Comment