Bagaimana aku bisa sebodoh ini??
Mencintaimu dengan segenap hati.
Namun aku sembunyikan rapat dalam peti.

Diam berharap engkau mengerti lewat setiap raut wajahku.
Menyembunyikan setiap luapan rasa ingin merengkuhmu.

Membiarkan mata ini yang bicara tanpa mengeluarkan suara.
Apakah kau akan mengerti itu semua??

Bodoh, Bodoh, BODOH!!!!

Mana bisa engkau tahu??
Tapi apa dayaku??
Aku terlalu malu untuk mengungkap semua isi hatiku.
Mengungkapkan bahwa hanya hadirmu yang ku rindu dalam mimpiku.
Bahkan dalam mimpi saja bibirku tetap beku.
Aku mengutuki ketidak mampuanku.
Yang tak bisa mengungkap kata cinta layaknya Romeo.
Atau setidaknya menuliskan surat cinta seperti kahlil gibran.
Aku hanya bisa menungumu.
Mencintai dalam diam.
Layaknya cinta Ali Ibnu Abi Thalib terhadap Fatimah.

Jakarta, 2 Oktober 2016