Puisi - Uji (dengan imbuhan an-di-meng)






Akan ada saatnya iman ini di-uji.

Atau bahkan kehidupan di dunia ini dan segala bentuk dan situasinya memang diciptakan untuk mengukur dan menguji keimanan kita pada sang pencipta??

Sebenarnya apa itu makna kata dasar "Uji" yang selalu kita beri imbuhan di-an-meng??

Ah sudahlah aku terlalu malas membuka kamus yang tebal dan berdebu itu.

Tapi aku punya pemikiran tentang kata "Uji" tersebut.

Menurutku kata "Uji" ibni bermakna sesuatu yang ditanyakan kembali, atau memberikan contoh langsung dari apa yang telah kita pelajari!!

Apa yang telah kita lihat, dengar, dan rasakan. 

Semuanya bahkan harus dipertanggung jawabkan!!!

Tapi bagi sebagian orang (entah apa itu kau) Kata "Uji" yang telah diberi imbuhan entah itu di-an-meng itu adalah suatu kesialan yang harus di lakukan atau di lalui. 

Yang kedatangnya bahkan tak di inginkan seseorang dalam hidup ini.

Saat kita menganalogikan kata "Uji" yang telah diberi imbuhan "An" tersebut, menurutku ialah segala bentuk perilaku kita dalam menghadapi sesuatu itu.

Baik saat kita mendapatkan kesulitan, kemudahan, kebahagian, kesedihan, kemalangan ataupun keberuntungan.

Bukan hanya sekedar saat kau menghadapi kertas-kertas yang penuh pertanyaan yang membingungkan.

Ataupun saat kau mendapatkan musibah yang membuatmu mencucurkan air mata dan mulai mengingat siapa tuhanmu?

Atau malah kau mengkambing hitamkan Tuhan atas segala kemalangan itu dan menuding pada-Nya bahwa Dia tak adil padamu??

22 Desember 2015

#ujian #exam #life #Allah #tuhan #pray #pertanyaan
#love #puisi #poem #ask #ODOP #HariKeduaBelas


Comments