Flashdisc Presiden, diantara tawa burung.

Burung Flashdisc Presiden dan Kopi.

Empat kata yang sulit digabungkan bukan??
Nggak juga sih, tinggal digabungkan saja semuanya menjadi klimat yang dibubuhi beebrapa kata sambung atau kata bantu lainnya.

Contoh : burung itu hinggap dimeja presiden llu menumpahkan kopi yang ada diatasnya sehingga mengenai flashdisc didekatnya.

Nah done! Selesai sudah tugas minggu pertama dibulan maret ini.
Mungkin kalau Mas ken ini sudah selesai hehehe tapi menurut mas Ken pula manusia itu suka melanggar aturan yang telah dibuat. Pokoknya intinya seperti itukan masken??
Jadi saya ikutin prinsip mas Ken yang suka menulis seenak pudele dewe *ehbenergaksih??
Jadi saya kan mencoba membuat karangan bebas menggunakan empat kalimat ajaib tersebut.
Dikala pagi dengan malu-malu menghampiri. Ada secercah harapan sang presiden yang ingin membangun negaranya dengan penuh amanah.

Dengan secangkir kopi yang mengepul sehingga membentuk asap-asap tipis membumbung diudara, seraya mengaminkan harapan yang baru saja ia lafazkan dalam hati.
Sang burung diatas sana tertawa melihat harapan yang hanya akan menjadi angan-angan belaka.
Ia menertawakan bagaimana rakyatnya yang hanya bisa berbicara tentang apa yang tak bisa dilakukanya.

Hingga lupa pula apa yang telah dilakukannya untuk mereka.
Engkau seharusnya sadar, dirimu itu bukanlah sebuah harddisc ekstra besar yang mampu menampung segala aspirasi rakyatmu yg bisa berterra-terra jika digabungkan.


Kau hanya sebuah flashdisc bermuatan dua Giga, yang takan kuat menampung semuanya.
Maka disitulah guna menterimu, anggota DPR-mu, anggota MPR-mu, pegawai negerimu yang jika digabungkan sudah pasti dapat menampung semuanya.

Tapi berhati-hatilah jika salah satu dari mereka terdapat virus.
Kuperingatkan Virus itu sesuatu yang berbahaya. Jika satu aja kau biarkan diam hinggap dalam sistemmu. Ia akan mempengaruhi stu demi satu sistem lainnya lalu tiba-tiba tanpa pemberitahuan ia akan langsung mematikanmu.

Tepat menusukmu dijantungmu.

Maka hancurkan virus itu segera sebelum ia berkembang, lalu menonaktifkanmu.
Membiarkanmu dikerumuni debu kegagalanmu. Hingga kau hanya terlihat seperti benalu.
Udara dingin dimusim hujan sekali lagi membuatmu menggigil tubuh ringkihmu. Atau kau menggigil karena sesuatu dihadapanmu itu?

#SetiapHariMenulis #ODOP #HariPertama #MenulisSetiapHari

Comments