Perempuan Sebelah


Hallo nama saya andi, sudah hampir enam bulan saya bekerja sebagai OB di tempat kursus bahasa inggris tempat saya bekerja saat ini.

Hari ini saya harus lembur karena harus mengecat ulang seluruh ruangan. Tempat kursus ini berada dikawasan ruko dekat mall didaerah jakarta. Ruko kami mempunyai 4 lantai, lantai satu untuk ruang administrasi sedangkan lantai dua, tiga dan empat untuk ruang kelas. Hari ini aku ditugaskan untuk mengecet ulang semua ruangan dari lantai dua sampai empat sehingga aku harus lembur hari ini.

Itu dikarenakan tempat kursus buka mulai sore pukul tiga sampai tujuh malam, maka sehabis itulah baru bisa aku bekerja untuk mengecat ulang ruangan.

Malam itu tepat malam jumat. Aku tak punya fikiran apa-apa saat itu, namun ada hawa-hawa dingin yang kurasakan melebihi hari lainnya.

Padahal tidak turun hujan pula hari ini. Aku tak menghiraukan udara dingin sekitarku, yang sesekali membuat bulu romaku berdiri dengan sendirinya. Pukul setengah sembilan aku baru menyelesaikan setengah dari lantai empat. Tinggal sebentar lagi pikirku, setelah ini aku bisa segera pulang membaringkan tubuhku yang terasa lelah sekali.

Tepat jam sembilan aku menyelesaikan seluruh ruangan termasuk ruang lantai empat tersebut, kebetulan dilantai empat balkon sehingga aku bisa melihat pemandangan diluar. 

Ruko yang saling berdempetan satu sama lain membuat balkon antar ruko hanya dibatasi dinding setengah meter dan dari dalam aku bisa melihat seorang perempuan duduk sendirian dipinggir balkon membelakangiku. Tetangga sebelah memang selalu ramai oleh kaum perempuan karena memang ruko sebelah adalah salon otomatis penjaganya cantik-cantik pula.

"Neng Sendirian aja, disitu? mau abang temenin nggak?" ujarku sambil keluar pintu, mencoba mendekati gadis itu. namun ia tak menjawab sama sekali.

"Yaelah neng, sombong amat. Liat sini apa neng kalo diajak ngomong" ujarku lagi. karena tak mendapat respon apa-apa aku pun langsung masuk kembali. Berhubung sudah larut malam dan aku takut kembali hujan. 

Setelah membereskan barang-barang aku segera menuruni tangga, saat dipertengahan lantai tiga aku baru ingat, salon sebelah sudah tutup sejak sebulan yang lalu. lalu siapa perempuan yang tadi kulihat diatas sana?? segera saja kupercepat langkahku menuruni tangga dan seketika itu suara wanita cekikikan langsung bergema diseluruh ruangan. Bulu kudukku meremang seketika hampir setengah berlari aku menuruni tangga dan sampai diujung tangga lantai satu aku melihat sososk hitam tinggi besar disamping tangga. 

Jangtungku berhenti mendadak entah mau berlari kemana saat itu. Tiada pilihan selain melewati makhluk itu, dengan perlahan aku melewati sosok hitam itu dan mengucap permisi lalu mengambil langkah kaki seribu begitu melewatinya. Aku mengunci pintu ruko dengan cepat dan tanganku bergetar hebat arena ketakutan. dengan susah payah aku mengunci pintu Ruko dan berlari secepatnya menjauh dari sana.

Comments

  1. Wkwkwkwk...bang ian ngetiknya.juga ketakutan tuh..hahaha

    ReplyDelete
  2. Kacaulah bang. Tak mau aku membayangkannya.

    ReplyDelete
  3. Aaaaahhh bang ian nih.. Tak mau awak tengok jendela malam ini

    ReplyDelete

Post a Comment