Writer Block

Tiba-tiba ngblank. Ide mampet, tangan beku tidak bisa menari-nari untuk menuliskan apa yang ada dibenak kita. Atau tiba-tiba ide begitu banyak yang menghampiri sehingga rasanya kepala akan meledak oleh ide yang tak tertampung dalam batok kepala yang hanya sebesar bola voli.

Itulah yang gue rasakan saat ini, kalo kata kerenya mah "writers block" kalau diartikan kata perkata writer artinta penulis, block artinya blok kalau digabungin jadinya penulis blok apa-apaan ini?? Ahahahaha abaikan pengartian yang ngaco ini.

Banyak di forum-forum atau seminar kepenulisan pasti nanya gimana sih caranya menghadapi writer block itu?? Seakan pertanyaan itu adalah pertanyaan wajib yang dilontarkan. Dan terus terulang, dan mungkin para pembicara juga sampai khatam untuk menjawab pertanyaan yang satu ini. Bahkan sebelum ditanya mungkin dia udah jawab duluan.

Kalau kata pak Edy (pembicara di Kampus fiksi) writer block adalah alasan yang dibuat penulis yang malas. Dan kenapa hal itu terjadi?? Pertama mungkin karena kita kurang baca buku(ini gue banget) lalu penulisnya kurang piknik(dan ini gue banget pake lagi), karena menulis adalah pekerjaan yang berat. Serius deh berat banget apalagi kalau kita nulisnya sambil angkat barbel. 

Jadi what I should i do , when it comes to me?

1. Tidak ada yang perlu dilakukan sebenarnya, karena hal itu wajar terjadi dalam dunia tulis menulis. Bahkan sekaliber Dee Lestari, Tere Liye ataupun Jk Rowling. Nikmatin aja writers block itu, itu tandanya kita memang harus istirahat atau instropeksi diri. Menulis itu butuh asupan nutrisi dengan cara membaca untuk mendapatkan itu semua.

2. Coba ke toko buku atau perpus untuk membaca apa saja yang menurut kita menarik. Atau sekedar jalan-jalan keluar rumah, kali aja dapat inspirasi waktu ngliat orang kepleset dibecekan. Atau malah dapet jodoh.

3. Bisa blogwalking kesana-kemari, kalau anak ODOP pasti banyak deh link Blog-walkingnya (sayang saat ini lagi nggak punya quota jadi nggak bisa BW).

4. Buka celengan Ide yang pernah dibuat kali aja menemukan naskah(yang belum selesai) yang pas dan bisa dikembangkan dan diselesaikan.

5. Sesekali ngrangkum berita yang lagi heboh nggak ada salahnya kok, anggap aja lagi nggerjain tugas ahahaha.

7. Tulis hal yang nggak penting, misalkan deskripsikan tentang sendal jepit. Sendal jepit adalah alas kaki yang dipakai untuk berjalan dan terasa nyaman dikaki walaupun dipakainya hanya saat dirumah tanpa ada orang pun yang tahu. nggak ada yang nglarang kok nulis yang kayak begituan, lah wong blog-blog inyong kok koe arep oppo??

But yang mesti diingat, saat writers block itu terjadi. Jangan sampai kamu berhenti untuk menulis selamanya. Karena anggap aja lagi bad days. Kalau kata Mak Suri (Dee Lestari) "Tidak selamanya menulis itu lancar. There will be a good days, There will be a Bad days. Yang penting adalah mencobanya terus. Hari ini ngak produktif, ya besok lagi dicoba dan seterusnya."

Jangan biarkan si writer block menghancurkan impian kita jadi penulis genks. yuk semangat nulis lagi.


Comments

  1. Ahihi point kedua,

    Kadang memang futur, kak.

    Sekarang bukan lagi anak odop Ainayya, ahihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga masih bisa BW ke temen-temen...;)

      Delete
    2. Sabar ya Ai, ODOP selalu terbuka kok buat Ainaya

      Delete

Post a Comment