Cerpen - Salahkah Aku terlalu mencintaimu?





“Entah dia bodoh atau memang benar pepatah mengatakan cinta itu membutakan, ia masih saja setia pada lelaki-nya yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya. Berulang kali bahkan tak dapat lagi dihitung berapa banyak lelakinya menyakiti perasaannya. Lihatlah saat ini lelakinya memintanya untuk memutuskan hubungannya. Tapi ia masih saja ingin mempertahankannya. Ia bilang apa salahnya dengan itu? aku hanya terlalu mencintaimu? Ujarnya Saat lelakinya meminta alasan mengapa masih bertahan disaat dirinya telah menyakitinya berulang kali. Seharusnya ia meninggalkannya saja, untuk apa lagi dipertahankan? Cinta apakah harus selalu sesakit itu?”

“Mereka mengatakan dirimu itu bodoh, atau memeng benar adanya pepatah yang mengatakan cinta itu membutakan. Dirimu masih saja setia pada lelaki yang jelas sudah mengkhianatimu. Berulang kali bahkan tak dapat lagi dihitung berapa banyak lelaki-mu menyakiti perasaamu. Lihatlah saat ini lelakimu meminta untuk memutuskan hubungan denganmu. Tapi dirimu masih saja ingin mempertahankannya. Dirimu bilang apa salahnya dengan itu? aku hanya terlalu mencintaimu? Ujarmu Saat lelakimu meminta alasan mengapa dirimu masih bertahan disaat dirinya telah menyakitimu berulang kali. Seharusnya dirimu meninggalkannya saja, untuk apa lagi dipertahankan? Cinta apakah harus selalu sesakit itu?”

 “Mereka mengatakan aku bodoh! tidak, aku tidak bodoh aku hanya percaya dengan pepatah yang mengatakan cinta itu membutakan,  aku memang buta karenanya. Sungguh aku tak bisa melihat seorang, selain dirinya. Ya aku masih saja setia pada lelaki yang jelas sudah mengkhianatiku berulang kali, bahkan tak dapat lagi kuhitung berapa banyak ia menyakiti perasaanku. Saat ia  meminta untuk memutuskan hubungan ini, aku masih ingin mempertahankannya. Apa salahnya dengan itu? aku hanya terlalu mencintaimu? jawabku saat ia meminta alasan mengapa aku masih bertahan dikala dirinya telah menyakitiku berulang kali. Seharusnya aku meninggalkanmu saja bukan? untuk apa lagi dipertahankan? Cinta apakah harus selalu sesakit itu?”

Salahkah bila diriku terlalu mencintaimu? Membayangkanmu pergi dariku lebih menyakitkan daripada kau dengan wanita lain. Apa aku terlalu egois karena begitu menginginkan dirimu disaat engkaupun enggan bersamaku. Kucoba melihat kedua matamu, berharap rasa yang dahulu menggelora masih ada, namun nyatanya memang sudah tiada. Apakah yang harus aku lakukan agar rasa itu kembali?? Salahkah bila diriku terlalu mencintaimu?

#tantangan3POV

Comments

  1. Akhirnya, selesai juga tantangan dari mak Vin. Yeaaa..πŸ‘πŸ‘ Mas Ian, keren.

    ReplyDelete
  2. Tidak ada yang salah jika kau terlalu mencintaiku..
    Hehe..#apasih
    Keren kakak..

    ReplyDelete
  3. LanjitLan cerpennya, alur ceritanya udah bagus banget

    ReplyDelete

Post a Comment