Puisi - Aku Malu



Pagi ini aku berdiri cukup lama didepan cermin.
Menatap bayangan yang di pantulkan olehnya.
Menelisik setiap lekuk wajahku, mencari sesuatu yang tak patut.

Pagi ini asal kau tahu aku bangun lebih awal dari pada biasanya.

Dan mandi lebih lama dari sebelum dan sebelumnya, memastikan tidak ada sisi yang luput dari sabun.

Tak lupa menggosok gigiku yang terlalu ber semangat hingga gusiku berdarah.

Tak mengapa sungguh.

Pagi ini aku mengambil pakaian terbaikku, kemeja licin yang dua hari lalu sengaja ku setrika untuk hari ini.

Ku semprot parfum hingga rasanya aku akan mabuk oleh wangi yang terlalu menyengat. Itu adalah sebuah antisipasi kalau-kalau wanginya cepat hilang terbawa angin februari yang basah.

Ku sisir rambutku dengan berbagai macam model namun tak satupun yang cocok rasanya, asal kau tahu biasanya aku tak pernah menyisir rambutku.

Kalau saja bukan hari ini aku akan bertemu denganmu, tentu itu semua tidak akan aku lakukan.

Lama aku terpaku menatap diriku di cermin.

Siapa laki-laki necis dihadapanku ini?  Sebegitu spesialkah dirimu sehingga aku melakukan hal-hal yang diluar kebiasaanku.??

Tentu jawabannya, IYYAA!!

Lama kupandangi lagi, dan aku teringat sesuatu.

Bukan dompetku.
Apalagi handphoneku yang sering kali tertinggal.

Aku teringat Penciptaku, yang tentunya penciptamu juga.

Entah sisi hati mana yang tiba-tiba bertanya "mengapa tak kau lakukan semua itu saat bertemu dengan penciptaMu??"

Tangerang, 17 February 2017



Comments

Post a Comment