Aku Bukan Dilan



Waktu makan siang telah tiba, seperti biasa aku dan dirimu duduk di bangku taman untuk menikmati makan siang. Aku segera memesan bakso malang mang Eko yang biasa mengkal di depan kampus saat jam istirahat seperti ini.

Jalanan masih basah oleh hujan tadi pagi. Wangi tanah yang berhembus segar menambah semangatku menghabiskan bakso malang. Kau diam mematung berkutat pada novel yang baru kau beli. Sesekali kau tersenyum-senyum malu saat membacanya. Aku tak heran begitu melihat judul buku yang kau baca 'Suara Hati Dilan' buku aneh yang membuatmu banyak berfikir tak logis dan ingin hal romantis dari perbuatan konyol.

Kalau aku mengatakan hal itu lagi, pasti kau akan membela mati-matian si Dilan itu. Laki-laki yang kau anggap paling romantis, karena memberikan buku TTS yang sudah diisi semua. Dengan berdalih agar kau tak pusing-pusing untuk mengisinya.

Ya tuhan, itu romantis dari mananya?? Bisa saja si Dilan itu menemukannya di pos ronda, lalu ia menghadiahkannya. Itu kan benar-benar tidak modal. Hanya ditambahi oleh kata-kata manis mereka akan tergila-gila, dasar wanita.

Benar kata temanku, bahwa kelemahan perempuan ada di telinga. Sedikit dirayu, di puji jatuh sudah mereka ke tangan.

Lalu bagaimana membuat dirimu bahagia? Apa aku harus berbuat seperti Dilan?? Bagaimana kalau aku memberikan semangkuk bakso yang kuahnya hanya tinggal seperempat. Dan aku akan berdalih agar kau tidak kesusahan mengunyahnya apalagi hingga kepedasan karenanya.

Comments

  1. Keren, keren,..eh kelemahannya ada 3 itu apa aj, Bang Ian?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di telinga bun bukan tiga 😂😂😂

      Delete
  2. huaaahhaa... mantapp.. ga usah jd dilan, jd mas ian aja...

    ReplyDelete
  3. Aku nggak bisa move on loh dari dilan

    ReplyDelete
  4. Dilan vs Ian
    #AsliKerenAbis #MeskiMasihDemenanDilan #Hahaha

    ReplyDelete
  5. Eh, harusnya Ian vs Dilan, ya
    Hahaha~

    ReplyDelete
  6. Aku bukan dilan. Aku Gilang hahaha

    ReplyDelete
  7. Karena Dilan anti mainstream, badungnya pun jd tampak sexy 😁

    ReplyDelete
  8. Haha Aku ogah kongsi bakso sama kamu, Bet. Ngga kenyang.

    ReplyDelete
  9. Cukup berikan saya telung KFC dan kau makan dagingnya saat kita dinner hemat di pinggir samudera pasifik aku pun sudah bahagia..

    😆😆

    ReplyDelete

Post a Comment