Aku dan Tuhan


Dua puluh lima tahun yang lalu tak tahu aku seperti apa bentuknya.
Mungkin hanya berbentuk jiwa.
.
Saat itu bisa jadi aku dan Tuhan tengah berdiskusi di meja bar surga, sambil mereguk anggur yang manisnya tiada tara.
.
Lalu Tuhan memberikan tantangan, untuk turun ke bumi.
Menjalani hidup sebagai manusia yang penuh dengan uji.
.
Ia menunjukkan buku kehidupanku kelak, seperti SPG sedang menunjukkan katalog barang pada pelanggan yang lebih sering menolak.
.
Ia tahu gengsi dan ego-ku tinggi,
Tanpa pikir panjang aku langsung mau memenuhi.
.
Whusss
Di lemparkan aku ke bumi.
Aku tahu dia tengah tertawa kini.
Tertawa lepas karena sejak tadi aku sudah ingin pergi.
.
Aku kalah taruhan oleh Tuhan, bahwa aku kalah dalam permainan kehidupan.
.
Tapi Engkau tahu kan Tuhan, gengsi dan ego-ku tinggi.
Sehingga aku akan terus kuat berjalan, dimuka bumi walaupun sendiri.

Tangerang, 3 Juli 2017.

Comments

Post a Comment