Malam Puitis


Malam ini aku begitu puitis.
Menulis puisi berbaris-baris,
Hingga aku meringis.
Atau menangis.

Membaca kalimat rindu yang tak terucapkan.
Membaca kalimat cinta yang tak kesampaian.
Muak dengan segala pengharapan.

Nyatanya, akhir bahagia hanya ilusi belaka.
Hanya dalam dongeng sahaja.

Tak pernah berlaku di dunia nyata.
Dimana tak ada kereta kencana dan sepatu kaca.
Apalagi pangeran dan putri raja.


Tangerang, 12 September 2017

Comments

Post a Comment