Beauty Inside


Jemari ini hampa.
Merindukan jari-jari yang setiap saat menyelinap,
mengisi kehampaan udara.
Juga oleh rasa hangat yang menjalar hingga ke jiwa.

Hati ini bertanya.
Mungkin orang takan ada habisnya berbicara.
Mengenai aku, kau, kau, kau dan kau yang selalu nampak pias.
Berubah menjadi sesiapapun sekehendaknya.

Memang aku takan pernah bisa mengenali wajahmu.
Namun aku kenal betul hangat genggammu,
Saat jemari kita saling menyatu.

Mari genggam terus rasaku.
Jangan lepas karena ragu.
Karena cinta ini hanya kita yang tahu.

Tangerang, 25 November 2017

(inspired by beauty inside movie)

Comments