Puisi - Baik-baik saja

Mentari belum juga berada diatas kepala,
Tetapi sinarnya tetap saja menyilaukan mata.

Bahkan rembulan di atas sana masih menampakkan dirinya.
Nampak seorang gadis yang kini masih duduk didepan rel kereta.


Ia masih belum beranjak jua dari tempat duduknya,
meski kereta yang membawa kekasihnya telah hilang dari pandangan mata.
Ada rasa sesak di dada yang amat terasa.

Hanya sisa-sisa air mata yang menghias di pipi merahnya.
Mengering, menyiratkan sungai duka.

Tangannya mengepal menahan emosi yang bergelora.
Sesekali ia berbisik pada dirinya.

Menguatkan diri seraya berkata semua akan baik-baik saja.

‪#‎setiapHariMenulis‬
‪#‎OnedayOnePost‬
#latepost

Comments