Movie Review : The Words (2012)




Beberapa minggu yang lalu sempet dapat kirimin list film tentang film yang berbau kepenulisan salah satunya ini The Words. Berkisah tentang Rory Jensen (Bradley Cooper) seorang penulis yang naskahnya selalu di tolak oleh penerbit. Hingga suatu hari ia berlibur ke paris menemukan sebuah tas di toko loak yang berisi naskah yang sangat mengagumkan. Ditengah kegagalannya ini Rory memutuskan untuk menulis ulang naskah tersebut tanpa mengedit sama sekali, bahkan titik dan komanya persis. Awalnya ia hanya ingin menulis ulang untuk merasakan bagaimana sensasi menulis karya yang hebat tersebut, namun tak disangka tulisannya itu dibaca oleh istrinya Dora (Zoe Saldana) yang memaksanya untuk diberikan kepada penerbit. Tak disangka naskahnya diterima, bukan hanya diterima oleh penerbit bahkan diterima semua kalangan masyarakat amerika. Menjadi Bestseller dan dicetak berulang-ulang hingga ia mendapatkan penghargaan bergengsi di dunia literasi. Bukunya berjudul Window Tears.

Karirnya benar-benar memuncak saat itu, dan itu adalah hal yang benar diimpikan Rory sebagai seorang penulis. Hingga suatu hari seorang laki-laki tua bernama Ben datang menemuinya dan mengaku bahwa tulisan itu adalah miliknya yang hilang karena kesalahan isterinya. Merasa sangat bersalah akhirnya Rory mengakuinya kepada penerbitnya dan akan mengakui di depan publik namun dicegah oleh penerbit dan Ben itu sendiri. Terlebih lagi seminggu kemudian Ben meninggal, sehingga rahasia itu ikut terkubur bersama jasad Ben. Namun akhirnya ia harus membayar kebohongan itu dengan mahal, Dora menceraikannya karena ia tak bisa mencintai Rory seperti sebelumnya. Ia merasa dibohongi.

Dan yang sangat unik adaalah disini kisah dalam kisah. Jadi kisah percintaan dalam window teras yang diceritakan oleh Rory kemudian kisah plagiatisme oleh rory adalah kisah dalam buku novel yang berjudul The Words yang ditulis oleh Clayton Hammond(Dennis Quaid). Tak seorang pun yang tahu bahwa plot dalam novelnya benar-benar terjadi. Rory dalam plot novelnya adalah Clayton sendiri. Hanya saja, Clayton membuat novelnya berakhir dengan tidak menyertakan pesan moral. Hal ini dipertanyakan oleh Daniella (Olivia Wilde), seorang penulis amatir yang ingin mewawancarai Clayton. Menurut Daniella, hidup Rory pastinya kacau setelah bertemu dengan lelaki tua (Ben) yang mengklaim bahwa Window Tear adalah tulisannya yang hilang, bukan tulisan Rory.

Ini film recomended banget buat kalian para penulis pemula ataupun yang mau jadi penulis, karena apa yang dirasakan rory karena frustasi naskahnya selalu ditolak akan begitu ngena ke kita. Bahkan buat yang bukan penulis pun akan sangat bermanfaat agar bisa menghargai betapa sulitnya seorang penulis merangkai kata-kata hingga menjadi sebuah cerita. Ada beberapa judul film lagi yang nggak kalah seru dari ini, tunggu Movie Reviews selanjutnya yahh.

Comments

Post a Comment