Book Review : Bulan (Tere Liye)



 https://images.gr-assets.com/books/1497439145l/31340552.jpg


Judul Buku          : Bumi
Penulis                 : Tere Liye
Halaman              : 396 Halaman
Penerbit               : Gramedia Pustaka

Setelah menamatkan Bumi, gue segera mencari kelanjutan cerita Raib dan kawan-kawan yaitu Bulan. Masih bercerita tentang Raib, Ali dan Seli yang berusaha hidup normal setelah mengetahui adanya dunia paralel lain di dunia ini. Sayangnya walaupun mereka berusaha se normal mungkin, namun kemampuan mereka tetap nggak memungkinkan untuk kembali hidup normal. Terlebih lagi Raib yang mengetahui bahwa orangtua yang mengasuhnya sejak bayi ternyata bukanlah orang tua kandungnya. Beruntung Seli mengetahui bahwa Orangtuanya adalah orang tua aslinya yang ternyata Ibu Seli adalah salah satu keturunan klan matahari dan mempunyai sedikit kemampuan listrik untuk membantu pekerjaannya sebagai seorang dokter. 

Tentu saja Raib gelisah, banyak pertanyaaan yang muncul di kepalanya. Satu-satnya orang yang bisa menjadi tempat ia bertanya adalah Miss Selena alias guru matematikanya yang lebih sering di panggil Miss Keriting. Namun Miss Selena menghilang alias sibuk di Dunia Bulan, karena begitu banya yang harus di urus setelah kejadian perang yang menggemparkan antara Tamus dan Klan Bulan yang menentangnya.

Hari-hari berlalu seperti biasa, namun Ali yang super jail selalu saja membuat Seli dan Raib untuk menunjukkan kemampuan mereka atau sekedar menjadi tes alat-alat terbarunya. Hingga suatu perdebatan antara Ali dan Guru Biologinya, Ali mengatakan Bahwa Seli bisa mengeluarkan listrik dari tangannya seperti belut listrik yang kebetulan sedang jadi bahan pelajaran. Sontak kelas riuh dan menjadi bahan tertawaan, hingga jam istirahat mereka bertiga Ali, Seli dan Raib dipanggil ke ruang BK. Tak disangka ternyata bukan guru BK yang terkenal killer yang di temui mereka, tetapi malah Miss Selena yang datang menemui mereka. Tentu saja mereka sangat senang terutama Raib, namun ia tetap tidak mendapatkan jawaban atas siapa orang tua asli Raib. Karena sangat sulit mendapatkan informasi tersebut, yang diketahui Miss Selena adalah orangtua Raib meninggal dalam sebuah kecelakaan dan Raib di titipkan kepada orang tuanyayang sekarang.

Kedatangan Miss Selena juga hanya sebentar karena ia masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan, dan ia berjanji akan kembali dan membawa mereka ke Dunia Klan Matahari untuk meminta bantuan jikalau tanpa mahkota keluar dari kurungannya. Jadilah pada hari yang ditetapkan mereka pergi ke klan matahari kali ini mereka pergi ber nama yaitu AV sang penjaga perpustakaan klan Bulan, Miss Selena, Ily anak dari Ilo yang membantu Raib dkk saat di Dunia klan bulan dan tentunya 3 serangkai tersebut(ALI,Seli dan Raib).

Berangkatlah mereka ke Klan Matahari, yang rupanya mereka disambut dengan meriah terlebih kedatangan mereka bertepatan dengan festival Matahari. Dimana setiap tahunnya mereka mengadakan kegiatan seperti perlombaan mencari bunga matahari yang pertama mekar di seluruh negeri Matahari. Tak disangka mereka yang baru datang, dipaksa menjadi anggkota kontingen ke sepuluh sebagai penghormatan. Jadilah Ily, Sely, Ali dan Raib mengikuti kontes tersebut dan petualangan di mulai. Saat adegan ini gue ngrasa dejavu, dimana mereka harus mengikuti kontes tersebut. Terasa seperti acara Hunger Games yang harus berpetualang dan mempertahankan diri di alam liar. Walaupun mereka sebenarnya nggak boleh saling membunuh kalau disini. 

Entah di Bulan ini gue ngrasa bosen ya pas bacanya, nggak macam awal-awal gue baca yang Bumi sampai sehari gue tamatin itu bukunya. Entah terpengaruh abis Sidang skripsi, yang kebetulan gue dapet dosen penguji yang killer dan omongannya nyelekit banget. Overall sih keren walau ada beberapa scene yang kayaknya seperti di ulang-ulang (dari buku sebelumnya bumi). Dan semoga yang Matahari akan leih bagus dari yang Bulan. Dan berharap Indonesia makin banyak penulis yang mengambil genre fantasy ini ya. jangan terus percintaan walaupun di balut agam hahaha piss...

#0nedayonepost #ODOP

Comments

  1. Yang Bintang udah baca belum mas tian?

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum mbak, ini mau lanjut yang matahari dulu...

      Delete
  2. Aku punya yang Matahari... itu jenis buku yg cocok sama kepalaku. Suka mengkhayal 😁 lanjutin mas tian. Seru lho. Aku tinggal baca yg seri Bintang 😉

    ReplyDelete
  3. Ga usah buru2 bacanya mas... komet aja belum naik cetak 😥😥

    ReplyDelete

Post a Comment