Pada Suatu Hari.. (Part 2)


Seperti ini ternyata rasanya tenggelam, dadaku terasa terbakar. Pemandangan dari bawah sini ternyata tak segelap yang aku bayangkan. Cahaya lampu jalan yang temaram membuat aku bisa melihat keadaan diatas sana. Bau busuk menyengat memenuhi hidungku karena air sudah berhasil masuk ke seluruh lubang di wajahku. Rasanya tidak enak sekali, tanganku menggapai-gapai namun sia-sia. Tak ada sesuatu yang bisa ku gapai selain udara kosong malam, dasar sungaipun tak bisa ku jejaki. Aku memang tidak bisa berenang dan selalu menghindar jika di ajak ke tempat wisata air dan aku benci air tentunya. Jadi disinilah, akhirnya aku akan mati dengan cara yang ku benci, selamat tingal dunia selamat tinggal semua.

***

“uhuukk...uhukk..” aku terbatuk, dadaku masih terasa terbakar. Kepalaku benar-benar penng dan berat. Pandanganku-pun masih buram tidak bisa dengan jelas melihat orang di depanku kini yang sepertinya sejak tadi mencooba mengeluaran air yang sudah memenuhi perutku dengan tamak.
“Kamu baik-baik saja??” ujarnya, suaranya lembut dan femilier. Aku menajamkan mataku yang masih terasa perih sekali. Perlahan penglihatanku kembali pulih dan dapat melihat orang di depanku. Seorang wanita, dan aku kenal dia. Hasna!! Ya tuhan, apa aku sudah mati?? Dan aku berada di surga?? Bodoh mana mungkin orang mati yang bunuh diri bisa masuk surga?? Tapi kenapa Hasna disini? Bukankah Hasna saat ini sedang ke Australia ikut suaminya yang bekerja sebagai anggota kedubes disana?

Mungkinkah aku masih berada dalam alam batas hidup dan mati? Hingga aku memproyeksikan orang yang ku cintai??

“Haloo... apa kamu baik-baik saja mas?” ujarnya lagi, kini mukanya cemas.

“ahh, iyya jika maksudmu setelah hampir mati tenggelam” jawabku menundukkan kepalaku tak berani memandang wajah itu, apalagi kini ia sudah bersuami. Aku memandangi lingkungan di sekitarku, merasa akrab dengan suasana ini tapi rasanya asing. Sepeti dejavu!

“Mari saya bantu” ia  membantuku berdiri.

“Kamu sepertinya baru ya disini? Saya baru pertama kali melihat kamu disini!”

“eehhh... sebenarnya aku ada dimana?? Aku hanya ingat semalam aku tercebur ke sungai. Dan bamgun-bangun sudah berada disini. Mungkin arus sungai membawaku kesini” bohongku, aku tak mungkin mengatakan kalau aku habis terjun ke sungai untuk bunuh diri. Terutama pada seorang wanita yang mirip dengan Hasna, aku tahu ia bukan Hasna. Karena ia tak mengenaliku sama sekali.


“Selamat datang di Samasta... oh iyya perkenalkan saya Kesha” ia memperkenalkan diri dengan riang. Aku terkejut dan mematung sejenak tak percaya apa yang barusan aku dengar. Bukan samasta yang membuatku terkejut, tapi nama wanita disampingku ini, kesha!! Aku kenal betul siapa dia kalau ia benar-benar Kesha. Ia ciptaanku, Kesha Ardenia Putri salah satu tokoh rekaanku. Hasil dari imitasi Hasna yang ku tuangkan dalam cerita dan tak pernah usai. 


Sumber gambar : https://id.pinterest.com/pin/450993350162767035/

Comments

  1. heeee, keren.. nunggu sambungannya, jd penasaran

    ReplyDelete
  2. Waaah tokoh ceritanya sampai keluar gak tahan sama bau air kalideres. Keren... Bang Ian, ditunggu lanjutannya.

    ReplyDelete
  3. Waaah tokoh ceritanya sampai keluar gak tahan sama bau air kalideres. Keren... Bang Ian, ditunggu lanjutannya.

    ReplyDelete
  4. Cerbung yaa, ditunggu part selanjutnya kak.

    ReplyDelete
  5. 👍 lanjutkan, serasa baca novel gratis

    ReplyDelete
  6. Masuk dalam novelnya sendiri.....

    ReplyDelete
  7. Sedikit masukan aja kak, ada beberapa kata yang typo. Salah satu nya "penng" :)

    ReplyDelete

Post a Comment