Penjara


Entah kini kau melihatu,
atau mengabai.
Seakan aku hanya debu jalanan,
yang bisa kau hempaskan setiap saat.

Sekalipun hanya debu.
Aku takan pupus.
Aku dapat memintas ke dalam bola matamu.
Memaksamu mengakui hadirku,
hingga kau meringis menangis.

Entah Tak merasa,
Atau kau hanya senang.
Menjadi peran utama,
di setiap bait-bait rindu-ku.

Hingga kau membiarkanku, 
Terjebak dalam penjara kata yang ku ukir untukmu

Comments

Post a Comment